Perjalanan Bayu
sebuah catatan ekpidisi.
Thursday, June 18, 2020
kepada tuhan aku tongkatkan nyata,
menguat tiang seri hati,
agar terus gagah,
memacak tanah kontang ini.
kepada tuhan aku bersaksikan sakti,
menreneh penawar bisa tuba,
agar hilang racunnya.
kepada hati aku pacakkan kersani,
biar gagah berdiri,
merentas badai salji,
beku dingin hati.
tangisan hati
dada penuh dengan gelora,
perlbagai perisa, bercampur baul
menjadi jadam hati,
menangis sendiri.
sekak,
sebak,
tiada ruang lagi.
seperti sekam,
hangat membakar hati.
biar saja tangis itu,
khabarkan semua pada dunia,
segala yang kau rasa.
jangan kau hijab dengan tawa,
menyadur duka yang kau rasa.
biar saja hati itu menangis,
membasuh segala bisa,
memadam segala lara.
biar saja tangisan hati,
menjadi azimat kelmarin dan hari ini.
Tuesday, June 16, 2020
harapan semalam
tidak dapat aku kongsi
gelodak hati,
seperti aku sendiri tidak pasti.
aku cuba,
melihat dunia dari kaca mata mereka,
merasionalisasi segala rasa,
mengubat tiap duka.
nafas itu,
aku hela berat,
membuang segala gelodak yang membuak,
memenuhi ruang sempit dada,
tiada ruang untuk aku bernyawa.
terpaksa aku terima,
kegagalan hari ini dan esok,
seiring dengan doa pada tuhan,
teruskan harapan semalam.
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Comments (Atom)