lemas , aku rimas
seperti rambut yg ditarik-tarik,
aku jadi serik.
mahalnya satu impian,
berkurun dipupuk,
digembur biar subur,
diairi dengan keringat yg asin,
agar terus subur,
menghijau dengan bunga-bunga pelangi,
buat bekal sang musafir.
bayu
Friday, January 27, 2012
Tuesday, January 24, 2012
singgahsana cinta
dirimu umpama mentari,
di dalm musim dingin ini,
hadir seperti memberi harpan
namum tinggal impian,
segagah mana kau memancar,
aku masih aku disini, kedinginan,
merentasi gunung salju yg memutih, seperti empingan.
saat bicara, tiada lawannya
kaulah kesatria berbaju merah, sumpah setia bagi pemanis bicara
menanam impian, dalam landang yg ketandusan.
engkaulah fatamorgana,
bayng pada pandangan,
minggir, jauh dari diri,
jauh dari hati,
biar kekosongan ini aku isi,
dengan pancaran yg lebih bercahaya,
dengan sinar yg hangat dari biasa,
dengan bicara yg tidak pernah lelah,
dengan cinta yg tidak pernah kalah,
cinta abadi,
cinta sejati
yg tahtanya-Nya...
di singgasana baldu.
bayu
di dalm musim dingin ini,
hadir seperti memberi harpan
namum tinggal impian,
segagah mana kau memancar,
aku masih aku disini, kedinginan,
merentasi gunung salju yg memutih, seperti empingan.
saat bicara, tiada lawannya
kaulah kesatria berbaju merah, sumpah setia bagi pemanis bicara
menanam impian, dalam landang yg ketandusan.
engkaulah fatamorgana,
bayng pada pandangan,
minggir, jauh dari diri,
jauh dari hati,
biar kekosongan ini aku isi,
dengan pancaran yg lebih bercahaya,
dengan sinar yg hangat dari biasa,
dengan bicara yg tidak pernah lelah,
dengan cinta yg tidak pernah kalah,
cinta abadi,
cinta sejati
yg tahtanya-Nya...
di singgasana baldu.
bayu
Saturday, January 21, 2012
luahan resah
dingin diselimuti salju,
tidak sedingin kalbu.
hangat disirami mentari,
tidak sehangat rindu.
dalam senyap malam, hati ini terasa kempunan,
teriak ,
biar seluruh alam jadi sajksi..
resah, hati ini biar terbongkar,
merembes keluar lahar-lahar yg menghimpit peparuku
lemas...lemas..lemas...
selama ini, aku pendam,
selama ini aku genggam,
nipis kulit ini jadi bebal,
menahan...bertahan...tertahan
aku tarikh satu nafas,
dalam.
aku lepas perlahan dengan beban,
biar pergi dalam angin, segala resah,
segala gundah.
lantas rongga kosong itu, ingin aku isi,
dengan kantungan calitan memori
penuh warna,
penuh duri.
bayu
tidak sedingin kalbu.
hangat disirami mentari,
tidak sehangat rindu.
dalam senyap malam, hati ini terasa kempunan,
teriak ,
biar seluruh alam jadi sajksi..
resah, hati ini biar terbongkar,
merembes keluar lahar-lahar yg menghimpit peparuku
lemas...lemas..lemas...
selama ini, aku pendam,
selama ini aku genggam,
nipis kulit ini jadi bebal,
menahan...bertahan...tertahan
aku tarikh satu nafas,
dalam.
aku lepas perlahan dengan beban,
biar pergi dalam angin, segala resah,
segala gundah.
lantas rongga kosong itu, ingin aku isi,
dengan kantungan calitan memori
penuh warna,
penuh duri.
bayu
Monday, January 16, 2012
lara
bayu masih ada.. menghempas lara
selebat ribut, ia memutar-mutar rasa
mengbuat setiap langkah jadi sumbang
setiap kata jadi tidak berirama
bayu
selebat ribut, ia memutar-mutar rasa
mengbuat setiap langkah jadi sumbang
setiap kata jadi tidak berirama
bayu
Friday, January 13, 2012
coretan kaki
melangkah aku
mengheret kaki dan hati,
meninggal kisah2 semalam
kisah yg tercoret oleh derap langkahku
masa sendiri yg aku ada,
buat aku jadi ahli falsafah baru,
memikir hari esok yg misteri
untuk siapa??
untuk aku.
untuk dia,
untuk semua.
aku masih keliru, dengan denai yg satu,
namun sekali aku melangkakh, tidak aku mengalah
biar berduri,
biar mengunung perlu aku daki,
sekali terpatri kata jannji,
aku akakn terus gagah menghayung gerak langkah
, menghunus rentak tari, aku terus aku maju...
mendekati, penakhiran yg aku pilih
bayu
mengheret kaki dan hati,
meninggal kisah2 semalam
kisah yg tercoret oleh derap langkahku
masa sendiri yg aku ada,
buat aku jadi ahli falsafah baru,
memikir hari esok yg misteri
untuk siapa??
untuk aku.
untuk dia,
untuk semua.
aku masih keliru, dengan denai yg satu,
namun sekali aku melangkakh, tidak aku mengalah
biar berduri,
biar mengunung perlu aku daki,
sekali terpatri kata jannji,
aku akakn terus gagah menghayung gerak langkah
, menghunus rentak tari, aku terus aku maju...
mendekati, penakhiran yg aku pilih
bayu
Subscribe to:
Comments (Atom)